Doa Jawsyan Kabir - Dan Terjemahan

Doa Jawshan Kabir dan Terjemahannya: Keutamaan, Teks Arab, Latin, dan Makna Lengkap

Doa Jawshan Kabir adalah salah satu wirid panjang yang sangat dihormati dalam tradisi Islam, khususnya dalam kalangan Syi’ah dan sebagian umat Islam lainnya. Doa ini dikenal karena panjangnya—terdiri dari seratus bagian yang masing‑masing memuat sepuluh nama atau sifat Allah—dan juga karena kandungan zikir, pujian, serta permohonan keselamatan dan pengampunan. Berikut penjelasan lengkap, teks, serta terjemahan yang bisa digunakan untuk bacaan, renungan, atau publikasi blog.

Teks Doa — Bagian Awal (Arab)

Berikut kutipan bagian pembuka doa Jawshan Kabir dalam teks Arab (bagian awal) untuk dibaca atau diulas. (Catatan: doa lengkap sangat panjang—100 bagian—jadi di sini disajikan bagian pembuka sebagai contoh; untuk publikasi blog Anda bisa menyertakan keseluruhan teks dari sumber tepercaya atau membaginya menjadi beberapa bagian agar tidak terlalu panjang.)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللّهُ سُبْحَانَكَ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْوَحِيدُ الْقَهَّارُ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ مَا أَنْتَ كَائِنٌ بِهِ، وَأَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ مَا يُحِبُّهُ قَلْبُكَ،… doa jawsyan kabir dan terjemahan

(untuk kelanjutan teks lengkap, rujuk mushaf doa atau kitab‑kitab doa yang tepercaya; di blog sebaiknya cantumkan sumber teks Arab yang tervalidasi)

3. Terjemahan Pujian Inti (Bab Pertama - Ringkas)

Doa ini tersusun atas 100 "pasal" yang di dalamnya terdapat seruan-seruan keagungan Allah. Berikut adalah cuplikan terjemahan dari salah satu bagian inti yang paling sering diamalkan: Doa Jawshan Kabir dan Terjemahannya: Keutamaan, Teks Arab,

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu yang agung, yang jika Engkau dimohon dengan nama itu, niscaya Engkau memberi, dan jika Engkau diminta dengan nama itu, niscaya Engkau memberi, dan jika Engkau dipanggil dengan nama itu, niscaya Engkau mengabulkan."

"Maha Suci Engkau, tidak ada Tuhan selain Engkau, kebenaran (kenyataan) adalah janji-Mu. Maha Suci Engkau, tidak ada Tuhan selain Engkau, kasihilah aku, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu yang lemah." Can be recited alone or in a group

"Maha Suci Engkau, tidak ada Tuhan selain Engkau, janganlah Engkau biarkan aku sendirian, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pewaris."

5. How to Recite Doa Jawsyan Kabir

  1. Intention (Niyyah): Recite for closeness to Allah, forgiveness, or specific needs.
  2. Time: Anytime, but especially on Friday nights, Laylatul Qadr (19th, 21st, 23rd Ramadan), Eid al-Fitr, Eid al-Adha.
  3. Method:
    • Can be recited alone or in a group.
    • Usually recited in a melodic, rhythmic tone.
    • Pause briefly after each section to reflect on the names.
    • Common practice: Recite one section per cycle of prayer (rak’ah) or all 100 in one sitting (takes ~45–60 minutes).
  4. Etiquette: Face Qibla, be in a state of wudu (ablution), raise hands, and focus on meanings.

Doa Jawsyan Kabir dan Terjemahan: The Grand Armor of the Prophet Muhammad (PBUH)

Introduction: A Prayer of a Thousand Names

In the vast ocean of Islamic supplications (Ad'iyah), few hold the spiritual weight, poetic beauty, and theological depth of Doa Jawsyan Kabir (الجوشن الكبير). The term "Jawsyan" translates to "armor" or "chainmail." The name itself suggests that this prayer is not merely a recitation; it is a spiritual shield—a protective coat for the believer against the fires of hell, the whispers of Satan, and the hardships of the world.

Unlike daily short supplications, Jawsyan Kabir is a monumental litany composed of 100 profound verses (chapters) , containing a total of 1,000 Names and Attributes of Allah. According to tradition, the Prophet Muhammad (PBUH) received this supplication from the Angel Jibril (Gabriel) during the night of Isra' (the Night Journey).

This article provides the complete Doa Jawsyan Kabir dan Terjemahan (translation) in Indonesian/Malay, alongside its historical context, benefits (fadhilah), and a guide to recitation.